Fraksi PDI Perjuangan Kutim Soroti Penurunan PAD dalam Rencana Perubahan KUA dan PPAS 2022

Fraksi PDI Perjuangan Kutim Soroti Penurunan PAD dalam Rencana Perubahan KUA dan PPAS 2022

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Perjuangan menyoroti penurunan pendapatan Asli daerah (PAD) dalam Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Kabupaten Kutai Timur tahun anggaran 2022.

Hal tersebut disampaikan Faizal Rachman saat membacakan pandangan umum fraksi PDIP Perjuangan dalam rapat paripurna ke-24 tahun 2022 agenda Penyampaikan pandangan fraksi fraksi dalam Dewan terhadap Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Kabupaten Kutai Timur tahun anggaran 2022, Kamis (04/08/2022).

Diungkapkan, menganai PAD Kutim 2022 mengalami perubahan target yang semula sebesar Rp 217 milliar menjadi Rp 219 milliar sehingga terjadi penurunan sekitar Rp633 juta. Namun asalan penurunan target tersebut tidak tercantum dalam nota pengantar Rencana Perubahan KUA dan PPAS 2022.

“Namun saudara bupati kabupaten Kutai Timur menjelaskan bahwa perubahan tersebut dikarenakan ada target PAD yang belum tercapai,”katanya

Fraksi PDI Perjuangan meminta pemkab Kutim untuk merancang strategi dan kebijakan yang tepat agar target PAD yang telah ditetapkan pada KUA dan PPAS perubahan yang berasal dari sejumlah sektor seperti pajak, restribusi, jasa giro dan deviden BUMD dapat dihimpun secara maksimal.

Lebih lanjut Faizal menyampaikan saran kepada pemkab Kutim untuk lebih memaksimalkan peran teknologi seperti, bigdata, internet optik dan sebagainya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah.

“yang dapat ditingkatkan sebagai penunjuang peningkatan layan publik dalam dunia pajak. Selain itu dengan teknologi yang sudah berkembang dapat memantau PAD dari berbagai sumber sehingga aktivitas yang dahulu digunakan secara manual seperti dor to dor kini bisa dilakukan secara remote dan realtime dari comencenter,”terangnya.

Dikatakan, fraksi PDI Perjuang menilai penyerapan anggaran pemkab Kutim masih 30,28 persen. Hal tersebut terpantau dari rencana Perubahan APBD 2022 yang diajukan pemkab Kutim.

“Mencermati nota pengantar yang disampaikan Pemkab Kutim tentang rancangan kebijakan umum perubahan APBD 2022 dan prioritas platpon anggaran sementara 2022, fraksi PDI Perjuangan memperhatikan kegiatan APBD 2022 sampai triwulan kedua menunjukkan penyerapan anggaran hanya sekitar 30,28 persen,”katanya. (WAL)