MANADO-Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PNKRM) edisi kedua yang digelar di Lapangan KONI Sario oleh tuan rumah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Jumat (26/10) banjir penonton dan sukses. Sejak tahun lalu pertama kali di helat di Surakarta Provinsi Jawa Tengah pada 2017, pemerintah pusat telah mencanangkan gerakan nasional revolusi mental (GNRM) sebagai program prioritas pemerintah dalam membangun karakter bangsa Indonesia.
Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutai Timur (Kutim) Irawansyah mewakili Bupati Ismunandar yang berhalangan hadir ditemui selepas kegiatan menegaskan Kutim dalam hal sudah menjalankan GNRM salah satunya lewat mengoptimalkan pelayanan publik terkait perizinan, pembiayaan, hingga masalah pembangunan yang sesuai rencana.
“Capaian Kutim yaitu keteladanan sebagai wujud nyata yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan harus memberikan peningkatan pelayanan publik yang semakin baik, semakin ramah dan semakin simpatik bagi rakyat terkait pelayanan yang tepat waktu, prosedur, biaya, tempat dan tentu saja memberikan kepuasan kepada warga Kutim,” ungkapnya.
Ditambahkan Irawansyah, Kutim sudah beberapa kali menggelar kegiatan yang sama didaerah, sebagai wujud kesinambungan GNRM yang diimplementasikan di daerah.
“Kedepan akan kita hadirkan semaksimal mungkin seluruh aparatur dan perangkat daerah hingga warga, agar ada gerakan yang sama sebagai tindak lanjut intruksi Presiden hasilnya Kutim memperoleh target panji-panji keberhasilan,” tandasnya.
Sementara itu, PNKRM secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mewakili Presiden RI Joko Widodo yang berhalangan hadir sekitar pukul 17.00 Wita. Dalam sambutan singkatnya menekankan pentingnya implementasi GNRM sebagai upaya strategis memajukan bangsa dan negara.
“GNRM pada intinya adalah sebuah gerakan menjebol penghambat kemajuan dan membangun peradaban yang memajukan bangsa dan negara” ujarnya.
Puan yang didampingi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin, dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey menambahkan melalui penyelenggaraan PKNRM tahun ini, pemerintah mewujudkan praktek pembangunan budaya berkemajuan tersebut melalui pelayanan publik yang lebih baik, yaitu berupa pelayanan yang tepat waktu. Juga pelayanan yang tepat informasi, jelas biaya, prosedur, pelayanan tanpa pungli, pelayanan yang mudah dan nyaman.
“Pelayanan publik yang memberikan kenyamanan, kemudahan, dan kepuasan bagi masyarakat menuntut komitmen dari seluruh aparatur negara untuk bekerja dengan integritas, etos kerja, dan kebersamaan yang tinggi,” ucapnya.
Selain itu, Puan juga mendorong setiap kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, maupun daerah untuk menjadikan PKNRM ini sebagai momentum penting untuk melahirkan berbagai inovasi yang kreatif dalam mewujudkan pelayanan publik yang optimal. Dengan demikian, implementasi Revolusi Mental dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Diharapkan, semakin banyak Kementerian, Lembaga, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta Kelompok Masyarakat untuk terus melakukan inovasi dan kepeloporan dalam membangun peradaban Indonesia yang maju”pungkasnya. (hms13)