oleh

Bendera Yang Dibawah Pembawa Baki Paskibra Nyaris Diterbangkan Angin.

-Advetorial-Dibaca : 1.033 Kali

Jumiati Sukses Jadi Pembawa Baki Paskibraka Kutim

Pembawa Baki Bendera, Jumiati Jiu

SANGATTA- Pembawa baki bendera merah putih Jumiati Jiu mengaku merasa sangat  terharu menyelesaikan tugas sebagai pembawa baki bendera merah putih pada pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke 72 Republik Indonesia (RI) di Halaman Kantor Bupati, Bukit Pelangi, Kamis (17/8)..

Pasalnya pada saat itu bendera yang dibawahnya nyaris diterbangkan oleh angin. Bola mata yang nampak berkaca-kaca, dengan raut wajah yang tetap segar Jumiati Jiu. Usai menyelesaikan tugas sebagai pembawa baki bendera merah putih, sebagai bagian dari Anggota Pasukan Pengibar (duplikat) Bendera Pusaka (Paskibraka) Kutai Timur (Kutim) 2017. Untuk selanjutnya dikibarkan

Kepada awak media, gadis berparas cantik berkulit kuning langsat ini masih bisa melempar senyum sambil menceritakan pengalamannya dengan perasaan puas. Jumiati Jiu lahir di Marga Mulia, Kecamatan Kongbeng, 31 Mei 1999. Jumiati merupakan Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 2 Kecamatan Muara Wahau. Dia menjelaskan hingga selesai prosesi pengibaran dan berada di balik panggung masing tidak dapat menutupi rasa haru bercampur bangga, setelah berhasil melaksanakan tugas mulia tersebut.

 “Saya sangat terharu karena bisa mengatasi bendera yang hampir terbang dan dapat mengatasinya dengan baik. Saya merasa sangat terharu sekali sekaligus bangga menjalankan tugas ini,” kata putri dari pasangan Jiusad dan Rini Bandrin.

Dia mengaku pada saat sebelum hingga pelaksanaan upacara, hatinya berdebar-debar dag dig dug tak karuan. Terlebih karena cuaca kurang bersahabat karena sedikit gerimis dan berangin. Hingga membuatnya khawatir bendera yang ia bawa bakal terbang.

“Namun puji Tuhan saya dapat mengatasinya dengan baik,” ucap dara beragama Kristen.

Gadis 18 tahun ini mengatakan, sepanjang melaksanakan tugasnya membawa baki di pasukan 8, rasa grogi dan takut terus muncul. Namun ia mencoba santai dan tetap tersenyum sambil mengatur ritme jantung agar tetap konsen sehingga mampu melaksanakan tugas dengan sempurna,” kata Yumiati.

Tak lupa Juniati yang masih mengenakan segaram Paskibraka dengan sedikit lumpur dibagian bawahnya, dia berterimakasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan. Terutama kepada pelatih yang selama ini telah melatih Paskibraka Kutim dengan tidak kenal lelah. Setelah ini dDia berharap dapat terus ambil bagian untuk melatih calon Paskibraka tahun selanjutnya. Dengan membagi pengalaman serta suka duka menjadi Paskibraka. Juniati merasa sangat senang karena bisa dilatih oleh pelatih-pelatih yang baik, yang selalu menerapkan kedisiplinan dan kemandirian.

Anak kedua dari tiga bersaudara dengan kakak pertama Martina Jiu dan adik Apriliana Jiu, selain mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah, juga dikenal selalu aktif dalam kegiatan lain di luar sekolah seperti olahraga Bola Voli. Bahkan dari kegiatan itu, dia sering mendapatkan juara di berbagai turnamen-turnamen Bola Voli. Baik di dalam daerah maupun di luar daerah. Gadis yang pernah duduk di SDN 002 dan SMP N 1 Kongbeng, tidak pernah berkecil hati dan menyurutkan niatnya untuk terus belajar serta berprestasi. Meskipun pekerjaan orangtua hanya sebagai petani.

Untuk diketahui Selama waktu seleksi sampai 16 Agustus 2017, seorang anggota calon Paskibraka dinamakan “Capaska” atau Calon Paskibraka. Pada waktu penugasan 17 Agustus, anggota dinamakan “Paskibraka”. Setelah 17 Agustus, dinamakan “Purna Paskibraka”. Tingkatan Paskibraka ada tiga yaitu Paskibraka Nasional bertugas di Istana Negara, Paskibraka Provinsi bertugas di Pusat Pemerintahan Propinsi dan Paskibraka Kota/Kabupaten bertugas di Pusat Pemerintahan Kotamadya atau Kabupaten. (hms11)

[VIDEO : Bendera Yang Dibawah Pembawa Baki Nyaris Terjatuh ]